Jogjakarta Off Road Challenge III

12 Juli 2014 at 6:01 pm Tinggalkan komentar

image

Bulan Mei kemarin, Jogjakarta Off Road Challenge (JORC) III digelar di Gunungkidul. Tepatnya tanggal 30 Mei sd. 1 Juni 2014 selama tiga hari penuh.

Ada 165 mobil off road memeriahkan event tersebut. Dari jumlah165 mobil off road tersebut berasal dari 56 tim dan setiap tim maksimal mengirimkan empat mobil. Tim-tim tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, itu terlihat dari nomor plat mobil yang digunakan. Ada yang berasal dari Kalimantan Timur, Sumatera Selatan Surabaya, Jakarta, dll.

Event Jogjakarta Off Road Challenge (JORC) yang ketiga ini sengaja digelar di Gunungkidul lantaran pada tanggal 27 Mei 2014 kemarin Bumi Handayani baru saja merayakan hari jadinya yang ke 183 juga karena di sini masih banyak trek-trek menantang yang cocok untuk kegiatan off road.

Ada dua trek yang di sediakan panitia dalam gelaran ini yakni trek A yang berlokasi di kecamatan Gedangsari dengan tipe jalur trek berair dan berlumpur. Sedangkan trek B yang berlokasi di kecamatan Paliyan mempunyai tipe jalur trek kering dan berbatu. Setiap trek memiliki total panjang 60 km dan memerlukan waktu tempuh sekitar 15 jam bahkan lebih untuk menyelesaikan satu trek.

Dari 165 tim dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok menghabiskan satu trek di hari pertama dan akan bertukar trek di hari berikutnya. Para offroader ditantang untuk menyelesaikan tantangan di trek A dan trek B selama dua hari siang dan malam. Untuk hari ketiga dilakukan penutupan kegiatan off road di lapangan Ksatrian Wonosari.

Pada saat itu kebetulan saya masih berada di kampung halaman dalam rangka mudik. Kebetulan juga lokasi trek B berlokasi di kampung saya dusun Karangmiri, Mulusan, Paliyan sehingga saya dapat menyaksikan secara utuh event tersebut.

Memang baru kali ini saya menyaksikan secara langsung event Jogjakarta Off Road Challenge (JORC) sebab sebelumnya JORC digelar di Kulonprogo dan Bantul. Antusias penonton cukup tinggi dilihat dari banyaknya penonton yang melihat gelaran ini. Mereka pun tak sua beranjak pulang meskipun sang surya berlahan tenggelam.

image

image

image

image

image

Di saat malam hari, para penonton yang sebagian masyarakat sekitar masih saja ramai datang ke lokasi. Ada sensasi berbeda bila melihat para offroader melewati tantangan dimalam hari. Dingin udara malam, terang sorot lampu mobil dan suara raungan mesin bercampur sorak sorai penonton seakan memecah kesunyian malam. Beruntung saya dapat menyaksikan event langka tersebut yang entah kapan akan terulang lagi.

-ipg

Posted from WordPress for Android

Entry filed under: Curhat, Informasi. Tags: , .

Menikmati Senja Pantai Drini Menanti Senja Embung Nglanggeran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: