Menikmati Pesona Kota Palembang

13 Juli 2012 at 6:07 pm 2 komentar

Jembatan Ampera Palembang

Palembang – Setelah sekian lama akhirnya kesampaian juga menginjakan kaki di kota pempek ini. Saya sendiri tinggal di pulau Bangka provinsi Babel sebuah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sumatera Selatan, walaupun jarak antara pulau Bangka dan pulau Sumatera tidaklah lebih dari 10 mil (selat Bangka) tetapi selama ini selama kurun waktu 4 tahun tinggal di pulau Bangka saya belum sekalipun berkunjung kesana.

Kunjungan selama tiga hari itu saya manfaatkan untuk mengunjungi berbagai tempat di kota Palembang setelah menyelesaikan tugas pokok tentunya.  ;)

Berikut tempat-tempat yang sempat saya kunjungi saat berada di kota Palembang,

1.  Jembatan Ampera

Adalah sebuah jembatan panjang  diatas Sungai Musi yang menyatukan daerah Seberang Ulu dan Seberang Hilir kota Palembang. Jembatan yang dibangun tahun 1962 dan diresmikan tahun 1965 ini masih tampak kokoh berdiri melayani mobilitas masyarakat kota Palembang.

Saat diresmikan pertama kali, jembatan ini dinamai Jembatan Bung Karno tetapi setelah terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) sampai sekarang.

Pada awalnya, bagian tengah badan jembatan ini bisa diangkat ke atas agar kapal-besar dapat lewat dibawahnya dan tidak tersangkut badan jembatan, tetapi sejak tahun 1970 aktivitas turun naik bagian tengah jembatan ini sudah tidak dilakukan lagi. Alasannya, waktu yang digunakan untuk mengangkat jembatan ini dianggap dapat mengganggu arus lalu lintas di atasnya.

Di bawah Jembatan Ampera tepi Sungai Musi terdapat pelataran  taman luas yang dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan aktivitas ekonomi dengan berjualan berbagai macam pernak-pernik cinderamata dan barang-barang lainnya. Tempat ini memang cocok bagi para pengunjung yang berkeinginan mencari barang untuk oleh-oleh karena harganya yang murah ataupun hanya untuk sekedar menikmati alunan arus Sungai Musi di sore hari.

Pada malam hari tempat ini akan terlihat lebih ramai dari pada siang hari, karena sebagian besar para pedagang lebih memilih buka di malam hari, begitu pula para pengunjung. Pada malam hari Jembatan Ampera terlihat begitu indah berhias kerlap-kerlip lampu yang menghiasi sepanjang Jembatan.

Bicara mengenai Jembatan Ampera tidak bisa lepas dengan yang namanya Sungai Musi. Sungai Musi mempunyai peran vital bagi kehidupan masyarakat Palembang. Denyut nadi perekonomian kota Palembang tergambar jelas di sepanjang alur Sungai Musi.  Selain sebagai sumber penghidupan masyarakat pesisir sungai, Sungai Musi juga menjadi penopang  sarana transportasi air bagi masyarakan dan beragam industri yang tumbuh berkembang di sepanjang tepinya. Bagi masyarakat Palembang, Sungai Musi dengan Jembatan Amperanya adalah icon sekaligus citra yang sangat mereka banggakan

Sambung lagi lain waktu ya..🙂

-ipg

Entry filed under: Curhat, Informasi. Tags: , .

HUT Kabupaten Gunungkidul Ke-181 Pulau Kemaro, Pulau Cinta di Delta Sungai Musi

2 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: