Pantai Deniang, Pesona Tersembunyi Di Balik Batuan Granit

15 Mei 2012 at 11:15 am Tinggalkan komentar

Pantai Deniang Bangka

Minggu pagi – Langit biru, terik matahari terasa panas menandakan hari ini cuaca bakalan cerah. Bagus, berarti setumpuk cucian yang kemaren akan segera kering hari ini.😉

Rutinitas pagi di akhir pekan sudah selesai, daripada bosan di rumah mending jalan-jalan cari udara segar main ke pantai. Aha, pantai .. selalu bersemangat kalau denger yang namanya pantai. Teringat obrolan teman-teman kemarin lusa bahwa di sebelah utara kota Sungailiat – Bangka terdapat pantai apik yang katanya masih “perawan”. Aha, makin bersemangat lagi denger kata-kata “perawan”, hehehe..😀

Bekal perjalanan sudah siap, air mineral, roti, kamera sudah masuk kedalam tas tinggal isi bensin mumpung BBM belum jadi naik.🙂 Isi bensin beres kemudian si kuda besi (tapi lebih cocoknya bebek besi) kuarahkan ke arah utara kota Sungailiat masuk ke pelosok kampung melewati eks. tambang timah rakyat yang sedang di reklamasi. Satu jam perjalanan, jalan aspal yang dari tadi saya lewati terputus berganti jalan tanah merah yang terlihat licin bila datang hujan.

Satu setengah jam perjalanan, setelah bertanya beberapa kali akhirnya sampai juga ke tempat yang dituju. Pantai Deniang, itulah nama yang terucap dari seorang nelayan yang saya temui. Deniang adalah juga nama kampung dimana pantai tersebut masuk dalam wilayahnya.

Jalan masuk menuju pantai masih berupa tanah merah, tidak ada posko restribusi, belum ada fasilitas pendukung (MCK, Aula, Mushola) benar-benar masih “perawan”. Memang masih menurut seorang nelayan yang saya temui tadi, pantai Deniang masuk dalam program pengembangan potensi wisata daerah oleh Pemda Bangka yang mana fasilitas pendukung objek wisata saat ini masih dalam proses pembangunan.

Jalan tanah merah

Pantai Deniang merupakan sebuah teluk berpasir putih lembut bersanding manis dengan bebatuan granit yang menghiasi sisi-sisi pantai, sungguh kolaborasi elemen alam yang indah. Batuan granit dan pasir putih nan lembut merupakan ciri khas sebagian besar pantai-pantai di wilayah kepulauan Bangka – Belitung, seperti yang terlihat di film Laskar Pelangi.

Tipe pantai landai dengan ombak yang tidak terlalu besar, jadi jangan khawatir bila ingin berenang  atau hanya sekedar bermain dengan riak-riak ombak pantai. Satu lagi, pantai ini menghadap ke timur sehingga cocok bagi para pemburu sunrise.

note : klik untuk memperbesar

Batuan granit

Pohon diantara bebatuan

Antara aku, batu & pohon

Batuan granit tepi pantai

Puas menikmati panorama indah pantai Deniang, saya kemudian balik arah pulang ke rumah tapi sebelumnya mampir dulu di warung mie ayam pak Warno di Sungailiat mengingat perut ini tak sabar minta segera di isi.😉

– ipg

Entry filed under: Curhat, Informasi. Tags: , , .

Bobung, Desa Wisata Tak Pernah Tidur Jalan-Jalan Ke Pantai Tuing & Pantai Batu Berdaun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: