Selera Tidak Bisa Dipaksakan

29 Juni 2011 at 11:24 pm 6 komentar

Setelah – agak lama saya tidak mampir ke warung soto langganan saya, siang ini mumpung hari libur saya bermaksud untuk makan siang disana lagian perut ini berkali-kali sudah ”bernyanyi” minta segera untuk diisi.

Kira-kira sepuluh menit bersepeda akhirnya sampai juga di warung yang dituju. Apes,.. sampai di depan warung terlihat pintu depan tertutup rapat pertanda warung itu hari ini sedang tutup. Didepan pintu tampak tertempel secarik kertas putih bertuliskan ” Maaf warung tutup sementara sampai tgl. 30 Juni 2011”, huuuff.. 😦

Karena warung yang dituju sedang tutup ya terpaksa mencari menu alternatif lain untuk makan siang. Menyusuri jalan sambil bersepeda, kemudian saya mencari warung makan yang kira-kira cocok dengan selera saya. Dalam urusan perut yang satu ini saya memang terbilang idealis.

Diseberang jalan tampak ada sebuah warung yang ramai pengunjunnya. Sepengetahuan saya tempat itu adalah warung kuliner khas pulau Bangka yang terkenal, walaupun saya belum pernah sekalipun mampir ke tempat itu.

Berbekal rasa penasaran dan ingin mencoba menu masakan khas Bangka yang katanya uenak saya putuskan untuk mampir ke warung tersebut.

Kemudian saya memesan satu porsi sayur ”lempah kuning kepala ikan” yaitu kepala ikan kakap yang direbus dengan kuah nanas. Menu dimaksud adalah masakan khas Bangka yang memang paling banyak dipesan/diminati pengunjung warung tersebut, mungkin rasanya enak kali ya..

Tidak lama kemudian menu yang dipesan datang. Seperti namanya, sayur lempah kuning berwarna kuning karena berbahan buah nanas yang direbus dengan kepala ikan kakap segar. Dilihat dari tampilannya memang begitu menggoda, hhmmm.. 🙂

Asem, pedas ditambah rasa ikan yang kuat itu yang saya rasakan pertama kali mencicipi satu sendok kuah lempah kuning. Rasa yang belum begitu familiar untuk lidah saya, mungkin karena belum terbiasa akan rasa masakan seperti ini.

Satu, dua, tiga sendok kuah telah berpindah ke perut tapi kenikmatan masakan belum juga saya rasakan. Saya tidak menyerah, terus saja saya lajutkan acara menyatap masakan ini tapi tetap saja rasa ini belum juga pas di lidah yang ada malah bau khas ikan laut yang semakin kuat.

Daripada terjadi hal-hal yang tidak di inginkan dari perut saya yang mulai terasa mual, saya putuskan menyudahi acara kuliner ini. Seperti yang saya utarakan di awal untuk urusan selera makan saya memang terbilang agak idealis. Masakan yang sebagian banyak orang di bilang enak tapi belum tentu bagi lidah saya, susah memang..

Tapi lain waktu saya berniat mampir lagi ke warung itu, siapa tahu saat itu perut dan lidah ini sudah bisa kompromi mau menerima rasa masakan tersebut, semoga..

Selera memang seperti cinta sama-sama tidak bisa dipaksakan ..!! 😀

Entry filed under: Curhat. Tags: , , .

Laga PS. Bangka vs Persib Bandung Hujan Mulai Turun Di Gunungkidul

6 Komentar Add your own

  • 1. Mabruri Sirampog  |  30 Juni 2011 pukul 8:13 am

    bikin laperrr ajaaa maaas,,,😀

    Balas
    • 2. masipoeng  |  30 Juni 2011 pukul 11:41 am

      laper makan mas, ntar malah jadi maag ..😀

      Balas
  • 3. jarwadi  |  30 Juni 2011 pukul 12:33 pm

    tapi kayaknya menu seperti itu ngga aman buat yang punya maag?

    Balas
    • 4. masipoeng  |  30 Juni 2011 pukul 4:32 pm

      tenang kang,.. sedia payung sebelum ujan, banyak obat maag dijual dipasaran.. 😀

      Balas
  • 5. niQue  |  10 Juli 2011 pukul 12:30 pm

    bener bangetttt selera itu emang tidak sama bagi setiap orang
    waktu ke bangka dulu juga engga bisa nyicipin yang seperti ini, tapi anehnya ketika ikan yang baru ditangkap dibakar ala kadarnya malah saya bisa habis banyak😀

    Balas
    • 6. masipoeng  |  29 Juli 2011 pukul 9:13 pm

      wah ada juga yang senasib, hihihii 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: