Mangun Suwito, ‘Tarzan’ dari Mulusan Paliyan

28 Mei 2011 at 8:45 am 11 komentar

Tiga puluh – tahun bukan waktu singkat bagi Mangun Suwito, 75. Bagai Tarzan, dia menyandarkan hidup dan harapan dari ketinggian pohon ke pohon lain. Keterampilan memanjat pohon kelapa dimiliki semasa kecil sampai kini masih menjadi andalan dalam menyambung hidupnya di usia tua.

Berkat keterampilan itulah banyak warga sekitar Wonosari yang menantikan kedatangan jasa Mbah Mangun untuk berbagai urusan panjat, seperti memanen kelapa. Penjual jasa panjat kelapa dari Dusun Munduk, Desa Mulusan, Kecamatan Paliyan ini mengaku lebih dari belasan pohon yang harus dipanjat setiap harinya untuk melayani masyarakat. Keterampilan Mbah Mangun memang sudah jarang dimiliki orang zaman sekarang. Lagipula, memanjat memang memiliki risiko keselamatan yang tinggi, khususnya pada musim-musim penghujan.

“Saya hanya mengandalkan badan sehat. Asal badan sehat berapapun tingginya pohon dan jumlah pohon masih sanggup saya panjat,” turut Mbah Mangun saat ditemui Harian Jogja, Minggu (22/5).

Jasa panjat Mbah Mangun kini menjadi andalan mendatangkan uang untuk mencukupi kebutuhan setiap hari. Pasalnya, untuk mengandalkan pendapatan dari buruh tani dianggap tidak mungkin cukup. Selain itu, banyak tanaman kedelai tahun ini yang hasilnya terbilang jelek akibat didera hujan. Untuk mengharapkan harga sapi peliharaannya kembali normal tampaknya juga susah.

“Padahal harus menyambung hidup. Saya tidak ingin dikatakan orang kalau saya hanya minta jatah anak,” ungkap bapak tiga anak.

Setiap hari memanjat pohon, tentu banyak pengalaman ditemui Mbah Mangun. Bukan hanya pengalaman terpeleset dari pohon, melainkan menjumpai rumah lebah yang cukup membahayakan. Dia juga pernah menjumpai tokek berukuran besar sata.

“Banyak suka dukanya. Dibayar kecil pun sudah., tetapi karena saya harus menjalani maka saya tidak mengeluh,”  katanya.

Pengalaman yang paling tidak bisa dilupakan Mbah Mangun dalam menjalankan jasanya adalah memanjat pohon kepala yang terbilang paling tinggi milik Yudan warga Kepek. Selama hampir 30 tahun baru sekali ini Mbah Mangun memanjat pohon kelapa yang sangat tinggi.

“Jenis kelapanya memang hanya kelapa jawa. Tapi memang paling tinggi. Itu pun berada di bantaran kali,” kisahnya.

Entah, siapa yang akan menjadi generasi pemberani sebagai jasa pemanjat pohon selanjutnya kalau Mbah Mangun pensiun. (Harian Jogja)

Tidak pernah menyerah….. semangat bertahan hidup yang patut kita teladani, 🙂

Entry filed under: Inspirasi. Tags: , , , .

Road Race Balap Senggol Ajang Adu Nyali Perjalanan Panjang Menuju Kampoeng Halaman

11 Komentar Add your own

  • 1. anikrahayu  |  28 Mei 2011 pukul 9:53 am

    NUMPANG INFO YA BOS, bila tidak berkenan dihapus saja🙂

    LOWONGAN KERJA PENAWARAN GAJI SAMPAI 15 JUTA/Bulan

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan, Yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, dikantor/diwarnet yang memiliki koneksi internet
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta RUPIAH
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA per data Rp10rb rupiah, “Bila Anda Sanggup” mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50data=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan = Rp500rb x 30hari = Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://entrydatagroup.blogspot.com/

    Balas
  • 2. jarwadi  |  28 Mei 2011 pukul 12:01 pm

    tetangga saya dulu, namanya mbah tono, beliau masih trengginas manjat pohon tinggi sampai usia lebih 100 tahun

    Balas
    • 3. masipoeng  |  29 Mei 2011 pukul 12:31 pm

      orang2 tua dulu memang mempunyai fisik & semangat lebih dibanding orang muda jaman sekarang,.. tapi kalau umur lebih 100 tahun itu baru luaaar biasa..!! 😀

      Balas
  • 4. Mabruri Sirampog  |  28 Mei 2011 pukul 12:26 pm

    wahh,,,, luar biasa, smoga beliau selalu diberi kesehatan oleh Tuhan….

    Terus terang, saya tu ga bisa manjat pohon lho mas..😀

    Balas
    • 5. masipoeng  |  29 Mei 2011 pukul 12:33 pm

      kalau saya paling mentok cuma bisa manjat pohon mangga, itu juga punya tetangga, hehehee..😀

      Balas
  • 6. giewahyudi  |  28 Mei 2011 pukul 2:13 pm

    Kalau di desa saya ada tukang deres, tapi Mbah itu sudah meninggal..

    Balas
    • 7. masipoeng  |  29 Mei 2011 pukul 12:35 pm

      yang jadi pertanyaan masihkah ada anak muda sekarang yang mau & mampu meneruskannya….?? 🙂

      Balas
  • 8. Wong Alit  |  30 Mei 2011 pukul 5:20 am

    nice post mas:mrgreen:
    lam kenal aja

    Balas
    • 9. masipoeng  |  30 Mei 2011 pukul 4:17 pm

      tq bro, lam kenal jg 😉

      Balas
  • 10. anotherorion  |  30 Mei 2011 pukul 1:43 pm

    wah nek sesuk gak ono sik iso ngepek degan neh piye ya mas? aku ngacung ra wani nek munggah wit klapa, nek wit gedang wantun, hihihi

    Balas
    • 11. masipoeng  |  30 Mei 2011 pukul 4:21 pm

      Sesuk nek ngopek degan koyo ngunduh gedhang ditegor sak wit-e sisan sik ambruk, hehehee 😀

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: