Masakan Lokal Ditengah Laju Modernitas

30 April 2011 at 11:34 pm 4 komentar

Mengisi – malam minggu ini saya putuskan untuk keluar rumah jalan-jalan sambil mencari makan malam karena kebetulan perut ini sudah minta untuk segera diisi. Tujuan saya adalah kawasan kuliner mandiri yang terletak di samping kantor Bupati Bangka.

Setelah beberapa menit berjalan sampailah saya ditempat tujuan. Sejurus kemudian saya langsung menuju stand favorit saya yaitu penjual mie ayam paha, perlu diketahui saya termasuk mie ayam lover, he.he.he..😀

Terlihat malam ini kawasan kuliner mandiri ini begitu ramai maklumlah malam minggu. Dari sekian banyak stand yang ada terlihat satu stand yang paling ramai dikunjungi yaitu stand penjuan makanan cepat saji branded negara Paman Sam Amerika.

Saya jadi bertanya-tanya apakah yang membuat stand tersebut begitu ramainya. Kalau ditilik lewat cita rasa menurut saya makanan lokalpun tidak kalah lezatnya. Apa mungkin lidah saya yang terlalu ndeso dan tidak familiar dengan masakan asing tersebut.

Apakah konsumen makanan sekarang lebih memilih branded demi mengejar gengsi dengan mengesampingkan rasa yang selama ini menjadi faktor utama.

Ini salah satu bukti bahwa modernitas yang menuntut kehidupan serba modern telah merubah gaya hidup sebagian masyarakat di negeri ini. Celakanya bukannya tradisi bangsa sendiri tetapi negara barat yang dijadikan kiblatnya.

Malam telah larut, perut sudah kenyang saatnya pulang merangkai asa di negeri mimpi.

(ipg)

Entry filed under: Oase. Tags: , .

Rasulan Tradisi Lokal Yang Tetap Lestari Minim Akses Transportasi Sarat Prestasi

4 Komentar Add your own

  • 1. niQue  |  1 Mei 2011 pukul 5:35 am

    ngkali aja pas mereka makan mie ayam mas ipung lagi ga ke situ, jadi gantian si aw aw yang sepi gitu lho *ga mungkin banget ya hahaha*

    Balas
    • 2. masipoeng  |  1 Mei 2011 pukul 2:01 pm

      bisa aja mbaknya, si aw aw cuma sepi klau pas lg tutup, he..he.hee.. 🙂

      Balas
  • 3. oomgoen  |  17 Mei 2011 pukul 1:17 am

    perut saya juga ndeso yg lebih bisa menikmati sego pecel dibandingakan menu si kolonel amrik

    Balas
  • 4. masipoeng  |  17 Mei 2011 pukul 10:39 am

    berarti kita sama2 penyuka masakan ndeso mas 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: