Rasulan Tradisi Lokal Yang Tetap Lestari

27 April 2011 at 4:15 pm 2 komentar

Karena – sudah lama tidak menghubungi teman saya yang ada di Gunungkidul Yogyakarta siang tadi saya mencoba menelponnya. Kami kemudian ngobrol ringan ngalor ngidul saling menanyakan kabar masing-masing. Menurut informasi dari teman saya, di Gunungkidul sekarang sedang musim rasulan.

Bagi orang Jogja khususnya orang Gunungkidul mendengar kata rasulan tidaklah asing. Rasulan adalah tradisi masyarakat desa yang sudah turun temurun diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan akan keberkahan yang mereka terima dalam setahun ini. Di daerah lain rasulan biasa di sebut bersih desa.

Disetiap Desa di Gunungkidul mempunyai tatacara tersendiri dalam merayakan rasulan. Biasanya perayaan rasulan diawali dengan doa bersama dibalai desa yang dipimpin pemuka agama, kemudian dilanjutkan penyelenggaraan pentas seni budaya, perlombaan olah raga dan pada malam harinya dilanjutkan dengan pementasan wayang kulit semalam suntuk.

Tradisi rasulan secara tidak langsung juga turut melestarikan budaya lokal. Diyakini kebudayaan merupakan media mempersatukan masyarakat secara keseluruhan.

Bila ngomongin rasulan saya jadi ingat waktu zaman sekolah dulu. Disetiap desa yang merayakan rasulan kami pasti datang. Tanpa rasa malu kami berpindah-pindah dari rumah ke rumah lain hanya sekedar untuk mencicipi hidangan yang disediakan. Opor ayam dan “jangan lombok” merupakan menu yang biasa hadir disetiap perayaaan rasulan. Darisitulah kemudian timbul istilah ider weteng, berpindah-pindah tempat hanya untuk menikmati makanan.

Hmm.. kisah masa lalu memang selalu indah untuk dikenang…😉

(ipg)

Entry filed under: Oase, Seni Budaya. Tags: , , .

Keindahan Tersembunyi Gunung Gambar Masakan Lokal Ditengah Laju Modernitas

2 Komentar Add your own

  • 1. Mabruri Sirampog  |  30 April 2011 pukul 4:58 am

    bagus kayanya acaranya…
    smoga saja tetep terjaga kelestariannya, karena itu adalah kekayaan budaya Indonesia…

    Balas
  • 2. masipoeng  |  30 April 2011 pukul 9:58 pm

    Identitas & karakter suatu bangsa bisa dilihat dari budayanya, setuju mas..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: