Krisis Air Bersih Masih Mengintai di Gunungkidul

10 April 2011 at 5:45 pm 6 komentar

Krisis air– yang setiap tahun melanda beberapa kawasan wilayah krisis air bersih Kabupaten Gunungkidul masih mengancam di tahun 2011. Megaproyek Bribin kerja sama RI-Jerman di Dusun Sindon, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, yang menelan dana Rp 65 miliar bersumber dari APBN dan APBD sejak 2004 silam, hingga kini belum ada tanda-tanda berhasil difungsikan.

Perbaikan kerusakan pompa mikrohidro megaproyek Bribin II di Dusun Sindon, Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, melibatkan dua teknisi Karlrusche Institute of Technology (KIT) Jerman, Daniel Stoffel dan Dieter Gross.

“Pompa yang terletak di kedalaman 105 meter di bawah tanah ini mengalami kerusakan pada sejumlah komponen yang berakibat terjadi hubungan arus pendek (korsleting) akibat terendam air hujan,” kata Dieter Gross, Kamis (24/3/2011) di lokasi pengeboran Bribin.

Gross menambahkan, saat ini tengah diupayakan pemasangan alarm, yang berfungsi untuk memberikan sinyal pada operator sehingga dengan cepat bisa melakukan tindakan menguras air jika pompa mikrohidro mulai terendam.

Pelaksanaan pekerjaan ini dinilai rumit. “Di Indonesia, waktu kami terbatas hanya tiga pekan dan setelah itu akan kembali lagi ke Jerman. Mudah-mudahan tidak sampai tiga pekan, perbaikan sudah selesai,” katanya menambahkan.

Di lain pihak, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Handayani Gunungkidul tidak akan gegabah menerima hasil akhir megaproyek pengangkatan air sungai bawah tanah ini. “Kami belum bisa menerima proyek ini karena lima unit turbin belum bisa dioperasikan dengan optimal sesuai debit air yang ditargetkan,” kata Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Supriyono Yahya.

Supriyono menambahkan, jika proyek tersebut sudah ada kepastian dapat dioperasikan dengan sempurna, PDAM segera berkoordinasi dengan Pemkab Gunungkidul guna persiapan pengelolaan distribusi air di empat wilayah krisis air bersih di Gunung Kidul, yakni Kecamatan Rongkop, Girisubo, Semanu, dan sebagian Ponjong dan Karangmojo.

(Kompas.com)

Entry filed under: Informasi. Tags: , .

Petani Maroko Magang di Gunungkidul Warga Pesisir Gunungkidul Segera Nikmati Listrik

6 Komentar Add your own

  • 1. nanangchairudin  |  10 April 2011 pukul 6:00 pm

    waduh gimana nasib gunungkidulku kok mash kekurangan air bersih terus ya..?

    Balas
    • 2. masipoeng  |  10 April 2011 pukul 8:09 pm

      Masalah krusial yang memerlukan perhatian lebih dari masyarakat & pemda agar segera ditemukan solusinya, smoga segera ditindaklanjuti..

      Balas
  • 3. Arfie  |  25 September 2011 pukul 8:13 pm

    Daniel stoffel yang mengerjakan proyek ini sangat handal, terkadang beliau sangat kurang tidur untuk mencari inovasi dan cara terbaik untuk kemajuan sistem di sumur Bribin ini. salut untuk mas Daniel. two thumbs up

    Balas
    • 4. masipoeng  |  28 September 2011 pukul 9:54 am

      mungkin kita musti bersabar..

      Balas
  • 5. Dictus  |  15 Februari 2012 pukul 11:12 am

    mas boleh minta izin meng copy salah satu fotonya di blog? yang ibu2 gendong tempat air?

    Salam,
    Dictus

    Balas
    • 6. masipoeng  |  23 Februari 2012 pukul 11:01 pm

      boleh, silakan..🙂

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: