Angkringan di tengah euforia kuliner modern

23 Januari 2011 at 9:55 pm 2 komentar

Angkringan (berasal dari bahasa Jawa ‘ Angkring ‘ yang berarti duduk santai) adalah sebuah gerobag dorong yang menjual berbagai macam makanan dan minuman yang biasa kita temui di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Gerobag angkringan biasa ditutupi dengan kain terpal plastik dan bisa memuat sekitar 8-10 orang pembeli. Beroperasi mulai sore hari serta mengandalkan penerangan tradisional yaitu lampu senthir, petromak dan juga dibantu oleh terangnya lampu jalan.

Apabila kita berkunjung ke Yogyakarta angkringan dapat dengan mudah kita jumpai hampir di setiap sudut kota. Di emperan toko, di pinggir jalan, di alun-alun maupun di kawasan kuliner kota. Angkringan menyediakan makanan yang merakyat dengan menu lengkap dan yang penting rata-rata harganya sangat terjangkau bagi rakyat kecil seperti kita.

Sebagian besar angkringan buka pada sore hari dan tutup pada tengah malam atau malah ada yang sampai fajar menjelang. Jadi kita tidak usah khawatir apabila di tengah malam perut kita melilit minta untuk diisi, tinggal keluar rumah mencari angkringan yang terdekat dan memilih makan yang cocok dengan selera kita.

Konsumen angkringan bervariasi mulai dari tukang becak, tukang bangunan, pegawai kantor, mahasiswa, seniman, bahkan hingga pejabat dan eksekutif. Antar pembeli dan penjual sering terlihat mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan.Bagi para pelajar dan mahasiswa yang sedang menimba ilmu di kota Yogyakarta jajan diangkringan merupakan alternatif utama karena harganya yang murah sesuai dengan kantong mereka.

Berselimut dinginnya angin malam dengan ditemani sebungkus rokok para penggemar angkringan terlihat sangat menikmati hidangan yang tersedia. Mulai dari berbagai macam gorengan, wedang jahe sampai nasi kucing yang fenomenal lengkap tersedia disini. Suasana akrab, hangat bersahabat diselingi canda tawa antar pembeli maupun penjual mewarnai setiap malam di angkringan. Itulah daya tarik sekaligus yang membuat terasa istimewa angkringan yang belum tentu kita temui di tempat lain.

Ditengah euforia persaingan usaha kuliner modern yang semakin ketat, angkringan tetap eksis bertahan dengan ke-khasannya sebagai warung kuliner yang unik dengan hidangan merakyat yang harganya murah meriah terjangkau bagi siapa saja serta suasana penuh keakraban di setiap malamnya. Kini angringan telah berambah sampai ke berbagai daerah. Di kota besar seperti Jakarta sampai di luar pulau Jawa (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dll..), angkringan dapat dengan mudah kita temui.

– ipg

Entry filed under: Oase. Tags: , .

Potensi Wisata di Balik Kegersangan Gunungkidul Petani Padi Gunungkidul Pertahankan Swasembada Pangan

2 Komentar Add your own

  • 1. jarwadi  |  28 Januari 2011 pukul 7:09 am

    Angkringan! MAU

    Saya sih paling sering nongkrong di Angkringan depan Puskesmas Playen. Sekarang sepertinya angkringan sudah banyak didirikan sampai desa desa, di desa dimana tinggal juga ada Angkringan

    Balas
    • 2. masipoeng  |  30 Januari 2011 pukul 8:25 pm

      Kalau dulu saya juga sering nongkrong di angkringan selatan pasar wonosari mas, tapi sekarang di bangka keliatannya belum ada (saya cari belum ketemu), kangen ama suasana angkringan yang khas.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: