Potensi Wisata di Balik Kegersangan Gunungkidul

21 Januari 2011 at 9:36 pm 9 komentar

GUNUNG KIDUL, Wilayah Gunung Kidul di ujung Selatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai lumbung kemiskinan. Daerah ini dikenal gersang dan sulit air. Namun, di balik gersangnya perbukitan kapur di wilayah itu, ada potensi wisata yang tersembunyi.

Kawasan “karst” Kali Suci di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), berpotensi menjadi andalan wisata gua batu kapur lempeng Gunungsewu di wilayah setempat. Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul Birowo Adhie di Wonosari, Senin (13/7), mengatakan, kawasan Kali Suci berpotensi menjadi obyek wisata minat khusus yang layak jual, baik kepada wisatawan nusantara, maupun wisatawan mancanegara.

“Kali Suci merupakan wisata petualangan susur gua yang dipadukan dengan arung jeram yang sangat menarik. Obyek wisata ini akan kami kenalkan menjadi sebuah wisata andalan di Gunungkidul,” katanya.

Adapun obyek wisata gua alam lain yang akan dikembangkan, menurut Birowo, adalah Gua Paesan Tambakromo di Ponjong, Gua Grubug di Semanu, Gua Lawa di Ponjong, dan beberapa gua lainnya. “Sedangkan untuk kawasan hutan di antaranya Hutan Wanagama, hutan lindung di Pantai Wediombo, dan obyek lainnya, seperti upacara adat, cing-cinggoling, serta bersih desa dan rasulan di Hutan Wonosadi,” katanya.

Birowo mengatakan, wilayah Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi alam yang luar biasa, baik kawasan hutan serta pegunungan “karst” yang bernilai jual tinggi jika dikembangkan dengan baik. “Keunggulan kawasan Kali Suci sebagai obyek wisata antara lain adanya sungai bawah tanah dan gua alam yang cukup indah. Dengan pengembangan yang tepat, kawasan tersebut akan menjadi tujuan wisata yang menarik,” katanya.

Namun, untuk menjadikan obyek wisata itu menjadi andalan, kata dia, perlu upaya pengembangan serius oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, termasuk pelestarian lingkungan agar kawasan setempat tetap terjaga keasliannya.

“Wisatawan yang mengunjungi kawasan Kali Suci akan bisa menikmati keindahan lima aliran sungai bawah tanah yang menarik melalui Gua Suci, Glatikan, Gelung, Buri Omah, dan Brubug. Aliran sungai di lima gua sepanjang satu kilometer ini bisa ditempuh menggunakan perahu,” katanya. Ia mengatakan perpaduan wisata susur gua dengan menggunakan perahu mirip arung jeram menjadi daya tarik yang akan ditawarkan oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul. Menurut dia, potensi wisata ini cukup baik, dan masyarakat sekitar juga sudah ikut berperan, antara lain dengan menyediakan lokasi parkir, jadi pemandu, dan menyediakan warung makan.

Dengan demikian, diharapkan, obyek wisata tersebut semakin dikenal dan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat.

KOMPAS.com

Entry filed under: Informasi. Tags: , .

“Ethok-ethok” Tahun Kelinci 2011 Angkringan di tengah euforia kuliner modern

9 Komentar Add your own

  • 1. nurrahman18  |  22 Januari 2011 pukul 11:21 am

    klo kawasan karst,saya belum pernah kesana mas…jujur saja,seandainya ada pemimpin yg ngeh ttg potensi kekayaan di GK,niscaya dalam 5-10 tahun tidak ada kemiskinan di sana, banak universitas, pusat perbelanjaan dan pendapatan daerah meningkat. upaya saat ini saya lihat masih minim karena memang kultur kepemimpinan Indonesia secara umum mudah puas dan terlalu “nrimo”

    Balas
    • 2. masipoeng  |  22 Januari 2011 pukul 1:16 pm

      Silahkan kalau ada waktu luang datang kesana, anda akan merasakan sensasi yang belum pernah anda rasakan,
      Tks masukannya semoga para pemimpin di negeri ini menyadarinya.

      Balas
  • 3. anang nurcahyo  |  22 Januari 2011 pukul 4:53 pm

    gua-nya kelihatan menarik. sangat berpotensi menjadi tujuan wisata.

    Balas
    • 4. masipoeng  |  22 Januari 2011 pukul 10:57 pm

      masih banyak potensi wisata karst yang belum tergali (perawan) dan menunggu untuk di kembangkan khususnya wisata gua, sangat cocok bagi penyuka aktifitas caving

      Balas
  • 5. Yudishtira  |  3 Februari 2011 pukul 7:45 am

    semoga kedepan pariwisata gunungkidul makin berkembang dan mendapatkan sentuhan-sentuhan tangan-tangan yang menghasilkan peningkatan pendapatana.. sukses gunung kidul ku

    Balas
    • 6. masipoeng  |  3 Februari 2011 pukul 1:07 pm

      Amin, siip lah..

      Balas
  • 7. Paryanto  |  14 September 2011 pukul 8:53 pm

    saya tertarik datang ke sana bersama keluarga, apakah sudah ada fasilitas perahu dan pemandu wisata untuk mengarungi jeram? terima kasih. yanto

    Balas
    • 8. masipoeng  |  16 September 2011 pukul 9:12 pm

      sudah, dikelola sama karang taruna setempat , kawasan tersebut termasuk wisata minat khusus

      Balas
  • 9. Tri 'key' Hadi  |  7 Oktober 2011 pukul 12:46 pm

    tak perlu membuat rencana, karena besok minggu tgl 9 Oktober kami akan kesana, tunggu kedatangan kami ya pak hehehe

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: