Mencari Asa Diujung Peluh

17 Januari 2011 at 11:15 am 5 komentar

Pagi yang cerah, matahari bersinar cukup terik walaupun terkadang awan kehitaman mencoba menghalangi sinarnya menerangi alam semesta ini. Saya agak heran, biasanya dimusim penghujan di kota ini (sungailiat) matahari jarang menampakkan batang hidungnya, kali ini matahari mungkin sedang bersahabat.

Memanfaatkan cuaca cerah yang jarang-jarang terjadi dan dengan alasan menghilangkan penat, jenuh sehabis bekerja  sepekan penuh, saya iseng-iseng besepeda ria menyusuri jalan-jalan perkotaan hingga ke pelosok desa. Sepanjang jalan yang saya lewati saya melihat orang-orang dengan beragam aktivitasnya. Mereka mungkin sependapat dengan saya untuk memanfaatkan kondisi cuaca yang bersahabat ini.🙂

Kurang lebih 2 jam saya bersepeda, diujung jalan desa disebuah warung sederhana dibawah sebuah pohon besar saya melihat sekelompok orang yang kelihatannya sedang beristirahat. Mendengar mereka mengobrol & bercanda terdengan kata-kata yang bagi telinga saya sangat familiar, saya jadi tertarik. Saya berhenti sejenak menyandarkan sepeda buntut saya seraya mengucapkan salam (dalam bahasa Jawa) tak disangka merekapun membalas salam saya dengan bahasa Jawa juga. Sesekali masih terlihat peluh keringat menetes membasahi pakaian yang tampak lusuh menandakan mereka belum lama beristirahat dari pekerjaan yang terlihat berat. Dilihat dari peralatan kerja yang ada saya bisa menyimpulkan bahwa mereka adalah para pekerja bangunan.

Diawali dengan sedikit basa basi kemudian saya mulai ngobrol ngalor ngidul dengan mereka menggunakan bahasa Jawa. Obrolan kami terasa hangat karena mungkin sama-sama orang Jawa jadi serasa ngobrol di kampung halaman sendiri. Kesempatan untuk mengorek lebih dalam motivasi mereka datang merantau ke Pulau Bangka ini terbuka lebar.

Mereka berasal dari Jawa Timur, Kabupaten Blitar tepatnya. Kebanyakan mereka adalah perantau yang sudah lama berpindah pindah dari satu daerah ke daerah yang lain (no maden) mengikuti job/ pekerjaan. Mereka mengaku tidak punya pilihan untuk tetap tinggal dikampung halaman mereka sebab disana pekerjaan yang layak sangat jarang kalaupun ada sangat sulit didapatkan. “Angel mas golek gawean ning ndeso paling-paling tani sing hasile ora iso dijaga’ake”.

Merekapun mengaku tidak mempunyai keeahlian yang spesifik hanya tekad yang kuat dan kekuatan otot yang menjadi modal mereka merantau. Saat ini mereka sedang menggarap pekerjaan rehab gedung SD proyek APBD Kab. Bangka yang dimenangkan oleh salah satu kontraktor dari Sungailiat.

Mereka biasanya merantau secara berkelompok karena dengan itu akan mempermudah mereka untuk mendapatkan relasi dalam mendapatkan pekerjaan. Memang di Bangka ini para pekerja bangunan bisa mendapatkan bayaran yang lebih besar dibandingkan di daerah Jawa. Seorang tukang misalnya, di Bangka biasa dibayar Rp. 75.000,- s/d 100.000 perhari sedangkan di Jawa mungkin hanya setengahnya. Sebagai timbal balik saya pun menceritakan latar belakang & motivasi saya merantau yang ternyata secara garis besar hampir sama.

Tak terasa matahari semakin panas dan kurasakan perut ini sudah minta untuk segera diisi. Sejurus kemudian saya berpamitan dengan mereka dan tak lupa mengucapkan terimakasih (dalam bahasa Jawa tentunya) atas waktu mereka untuk bersedia mengobrol dengan saya.

Pelan-pelan kukayuh sepeda ini meninggalkan mereka yang masih saja saling bercanda seakan tidak merasakan beban hidup yang menanti. Apakah memang dengan cara demikian hidup ini harus disikapi….😉

– ipg

Entry filed under: Curhat, Oase. Tags: .

Belalang si pembawa rezeki Ketika Tanah Mulai Menghijau

5 Komentar Add your own

  • 1. labarasi  |  17 Februari 2011 pukul 2:10 pm

    Salam kenal dulu nih

    Balas
  • 2. masipoeng  |  21 Februari 2011 pukul 12:18 pm

    salam kenal juga mas, silahkan kalau mau mampir..

    Balas
  • 3. Sam  |  17 November 2011 pukul 5:19 pm

    Slm..sy sam..blh ty’ nie..di sungailiat dan sekitarny ada ng’ ya..pekerjaan proyek yg menyediakn barak utk tempat tinggal sementara bagi pekerja yg jauh di rumah ?

    Balas
  • 4. Sam  |  17 November 2011 pukul 5:25 pm

    Slm..sy sam..blh ty’ nie..di sungailiat dan sekitarny ada ng’ ya..pekerjaan proyek yg menyediakn barak utk tempat tinggal sementara bagi pekerja yg jauh di rumah ? Dan ini adalah kunjungan pertama sy dan blum pernah memberi komen sebelumnya..mungkin ada lain nanyakny sama tpi bkan sy..betul ng’ boong..trim ya

    Balas
    • 5. masipoeng  |  21 November 2011 pukul 11:07 am

      salam balik,
      Buat sdr. sam, pekerjaan proyek yang mempekerjakan pekerja dari luar daerah biasanya pihak kontraktor menyediakan barak sementara layak huni atau di carikan kontrakan terdekat..

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: