Belalang si pembawa rezeki

14 Januari 2011 at 2:18 pm Tinggalkan komentar

Belalang termasuk binatang herbivora dalam kategori Insect (serangga) dari subbordo Cailifera dalam ordo Orthoptera.

Bagi kebanyakan orang belalang dianggap sebagai serangga yang cenderung merugikan, tetapi tidak bagi warga Gunungkidul Yogyakarta. Bila di daerah lain belalang dianggap hama merugikan yang masuk dalam daftar salah satu jenis hewan yang perlu dibasmi maka daerah ini belalang mempunyai nilai lebih sebagai bahan pangan (lauk) alternatif yang mempunyai nilai jual dan setidaknya mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Kawasan Gunungkidul secara geografis merupakan kawasan perbukitan. Jenis tanaman keras khas perbukitan banyak tumbuh disana. Pohon Jati, Mahoni, termasuk tumbuhan keras yang memang sangat cocok bagi belalang untuk berkembang biak karena tumbuhan tersebut selain tempat untuk berkembang biak juga sebagai bahan pangan bagi serangga tersebut.

Hampir di seluruh wilayah Gunungkidul penjual belalang dengan mudah kita ditemui. Apabila bila kita berkunjung ke kecamatan Semanu, Playen, Paliyan, Tanjungsari & Tepus di sepanjang jalan tersebut para pedagang dengan setianya menunggu pembeli dengan belalang yang sudah di sadhati (ditusuk menggunakan lidi atau tali) dan di renteng membentuk lingkaran.Para pembeli yang lewat di sepanjang jalan tersebut langsung dapat bertransaksi dengan harga yang sudah disepakati.

Banyak masyarakat Gunungkidul menjadikan ‘berburu belalang’ sebagai mata pencaharian utama, selain harganya bagus peminatnya pun tergolong banyak. Dengan modal galah, jaring, dan lem, para pemburu belalang mampu mendapatkan ratusan belalang dalam sehari. Dari hasil tersebut, rata-rata mereka mendapatkan pendapatan yang lumayan sebesar Rp.50.000,00  bisa lebih dalam seharinya.

Selain rasanya yang enak untuk di konsumsi dari segi gizi, berdasarkan penelitian kandungan protein dalam tepung Belalang Kayu (Melanoplus Cinereus) ternyata lebih besar dibanding dengan kandungan protein yang dimiliki Udang Windu. Kandungan protein belalang sekitar 62,2 persen, jadi suatu kandungan protein yang cukup tinggi dibandingkan dengan makanan lainnya.

Cara pengolahanya pun tergolong sederhana, bisa digoreng ataupun dibacem tergantung selera anda dan rasanyapun tak kalah enak dari udang karena itu belalang biasa disebut juga sebagai udang darat. Dalam Agama Islam, Belalang adalah salah satu dari dua hewan yang apabila telah terlebih dahulu mati masih dihalalkan untuk dimakan, bersama Ikan.

Ternyata keberadaan belalang tidaklah selalu merugikan, bila kita mampu mengolah, mengelola & memanfaatkan nilai tambah yang terkandung didalamnya akan menjadi keuntungan yang berlipat ganda. Wajib kita syukuri…

Jadi makan belalang, way not…!

– ipg

Entry filed under: Informasi. Tags: .

Nasi Bungkus Rasa Gugur Gunung Hidupkan Seni Untuk Publik Mencari Asa Diujung Peluh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: