Masjid Kampung Mbah Maridjan Kembali Berdiri

5 Januari 2011 at 7:42 am Tinggalkan komentar

VIVAnews — Pasca erupsi pertama Merapi, Selasa 26 Oktober 2010, kampung Mbah Maridjan di Dusun Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan seperti kampung hantu.

Keadaan porak poranda diterjang awan panas, pohon bertumbangan, meranggas. Semua bangunan nyaris rata dengan tanah. Hanya bangunan masjid kampung yang masih berbentuk.

Namun, pada erupsi 5 November, aliran material Merapi yang menyapu kampung meratakan bangunan masjid.

Dua bulan lebih berlalu, Masjid Al Amin yang terletak di barat rumah sang kuncen kini berdiri kembali. Dibangun oleh para relawan dari Bantul, DIY.

“Masjid kita dirikan pada lokasi yang sama. Kita ingin memfasilitasi warga atau wisatawan yang ingin berkunjung ke rumah Mbah Maridjan yang kini tinggal puing-puing,” kata Agus Wiyarto, kerabat dekat Mbah Maridjan sekaligus koordinator relawan Bantul, Rabu 5 Januari 2011.
Semenjak lereng Merapi dijadikan lokasi wisata lava tour, ribuan wisatawan tiap hari mendatangi Kinahrejo yang letaknya hanya 4 kilometer dari puncak Merapi.

Meski dibangun kembali, bangunan baru masjid sengaja tak dibuat permanen. Rumah ibadah itu dibangun semipermanen dengan menggunakan 300 batang bambu. Dindingnya dari gedek, anyaman bambu.

“Ini sesuai rekomendasi dari Badan Geologi. Sebab,  setiap ada erupsi daerah ini akan tersapu awan panas,” kata Agus.

Proyek pembangunan masjid ini melibatkan 50 orang dari Barisan
Anshor Serba Guna  Kasihan Bantul dan Mapala Unisi.

Untuk fasilitas air wudu, kata Agus, kan diambilkan dari bak-bak penampungan. Ke depan, air untuk menyucikan diri akan diambil dari sumber air Dlimas yang berada di jarak satu kilometer dari masjid.

Sementara, salah seorang relawan Parmo Wiyadi (70) mengaku, mereka adalah anggota Barisan Anshor Serbaguna, Kasihan, Bantul yang dipimpin almarhum Tutur Priyanto, relawan Palang Merah Indonesia yang meninggal bersama wartawan VIVAnews, Yuniawan Nugroho.

Kata Parmo, ini adalah bentuk balas jasa. “Saat gempa di Bantul 2006 yang lalu kita disumbang bambu dari wilayah Kinahrejo, kini saat kita membalas budi atas kebaikan warga Kinahrejo termasuk Almarhum Mbah Maridjan,” ujarnya.

Masjid Al Amin milik Mbah Maridjan ini dibangun pada tahun 1979 dan diresmikan pada tahun 1982. Rencananya masjid non permanen ini akan dibangun dengan ukuran 9 meter x 6 meter itu dilengkapi dengan tempat wudlu dan mandi, cuci dan kakus sederhana.

• VIVAnews

Entry filed under: Informasi. Tags: .

Mereka yang Sukses “from Emperan to Empire” Wisata Erupsi, Geliat Baru Merapi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Arsip

Pos-pos Terbaru

Statistik pengunjung

  • 48,375 hits

Mengenai anda

IP

tweet terbaru


%d blogger menyukai ini: